Author : Ananda Kim/ Ananda Zahratiara
Cast :
-
Kim Ki Bum as Key SHINee
-
Lee Ji Young as Ji Young / You
Sub Cast :
-
Lee Taemin as Taemin SHINee (Ji Young’s little
brother)
-
Kim Taeyeon as Taeyeon SNSD (Key’s sister)
-
Han Li An (Ji Young’s friend)
Genre :
-
Friendship
-
Romantic
Rating : PG (+15)
Seoul,
2007 (Ji Young : 11 thn, Key : 12 thn)
*Ji Young POV*
“oppa, itu mainanku! Kembalikan!” aku berusaha
mengambil mainanku dari tangannya, tapi dia lebih tinggi dariku, apa boleh
buat, aku harus melompat agar dapat mengambil mainanku yg diambilnya.
“tidak akan ku berikan, boneka ini akan ku bawa pulang
:p” ujarnya mengangkat mainanku sambil melet-melet.
Aku melotot “OPPAAA!! KEMBALIKAANN!! ITU BONEKA
KESAYANGANKUU!!” teriakku
“makanya boneka ini mau ku simpan, soalnya dia boneka
kesayanganmu!” jawabnya lagi sambil mengangkat bonekaku.
Aku terduduk menangis di lantai. Dia melihatku
meneteskan air hangat di pipiku.
“kau menangis?” tanyanya
“sudah tau! Masih bertanya! Huh~” kesalku sambil
meneteskan airmata.
“sudah! Jangan menangis!” dia menghapus air mataku. Aku
menangis bertambah kencang.
“sudah jangan cengeng aku bilang! Aku akan memberikan
sesuatu padamu” ujarnya sambil mellihat mukaku yang sudah sembab.
“memberikan apa?” tanyaku sambil melap air mataku.
“nanti kau juga tau! Tapi boneka ini untukku ya? Kalau
aku rindu kau, kan aku bisa memeluk boneka ini. Ayo cepat berdiri!” ujarnya
sambil menyuruhku berdiri.
“untukmu? Hmmm.. tapi buat apa kau menyimpannya?
Bukankah rumah oppa ada di depan rumahku? Jika oppa rindu padaku kan bisa ke
rumahku” tanyaku bingung.
“hmm...sebentar lagi aku akan berangkat ke Jepang
bersama orang tuaku. Aku akan meneruskan sekolahku disana” jawabnya sambil
menatapku. Aku menatapnya lekat-lekat.
“Jadi? Oppa mau pindah? Oppa tidak sekolah disini
lagi?” aku kaget karena dia mau pindah ke Jepang.
“ya, aku akan pindah. Tapi jika kita berjodoh, kita
pasti bertemu lagi, tenang saja” ujarnya menenangkanku.
Tak terasa air hangat membasahi pipiku lagi. Aku sedih,
sesak rasanya, orang yang aku sayang pergi meninggalkanku. Tapi, apa boleh buat,
aku harus bisa menahan rasa sakitku.
“jangan menangis aku bilang! Kalau kau menangis
terlihat sangat jelek. Tersenyumlah Lee Ji Young!” ujarnya sambil menyeka air
mataku.
“oppa” panggilku
“ya, apa?” jawabnya
“kalau oppa pergi, siapa teman bermainku lagi?” tanyaku
“hmm..”
“oppa?”
“ya”
“siapa teman mainku lagi?” tanyaku lagi
“kita kan bisa berkomunikasi lewat telepon, nanti kalau
aku sampai Jepang, aku akan meneleponmu Ji Young-ah” ujarnya
“huh~ hanya lewat telepon saja kah? Kita tidak bisa
bertemu!”
“kau kan bisa meliht foto kita hehe”
“huh~ terserah sajalah. Tapi oppa janji kan, akan
meneleponku?”
“iya, janji!” jawabnya sambil memelukku
*Ji
Young POV End
--
*Key
POV*
“Key, ayo kita berangkat!” teriak eommaku
“ne, eomma, aku mau bertemu Ji Young dulu ya?”
“ya sudah! Cepatlah!”
-di depan rumah Ji
Young-
“Ji Young-ah! Keluarlah!” teriakku memanggilnya
Beberapa kali
aku memanggilnya, akhirnya dia keluar dari rumahnya.
“ne, mboya?” tanyanya sambil membawa boneka barbie
“hmm.. aku akan berangkat. Apa kau tak ingin melihatku
berangkat?”
“hm? Oppa mau berangkat sekarang? Ya sudah, selamat
jalan ya oppa, semoga oppa betah di Jepang” ucapnya sambil tersenyum. Tapi
mungkin itu tersenyum pahit, aku melihat matanya berkaca-kaca.
“kemarin aku berjanji akan memberikan sesuatu untukmu”
ujarku sambil mengeluarkan dua buah kalung.
“kalung?” tanyanya bingung
“ya, ini kalung untukmu itu bertuliskan namaku,
kalungku sendiri bertuliskan namamu” ucapku sambil memasang kalung yang
bertuliskan namaku di leher Ji Young.
“gumawo oppa”
“ne, tersenyumlah” ujarku sambil memegang pipinya yg
chubby.
Dia tersenyum. Hatiku sebenarnya sakit untuk
meninggalkan Lee Ji Young, seseorang yang aku sayangi, tapi apa boleh buat, ini
keputusan eomma, aku harus menurut.
“hmm, aku berangkat ya?” aku melambaikan tanganku
padanya.
“ya, hati-hati oppa” dia melambaikan tangannya padaku
dan tersenyum.
--
“Key, ayo cepat masuk, nanti kita terlambat” teriak
eomma
“ne, ini aku sedang mengambil tasku” jawabku singkat
Lalu aku naik ke mobil dan melihat Ji Young masih di
depan rumahnya untuk melihatku.
“Ji Young, ahjumma berangkat ya?” ujar eommaku
“ne, ahjumma, hati-hati ahjumma” jawabku sambil
tersenyum.
Aku menjauh, semakin menjauh, lalu menghilang dari
tatapan mata Ji Young.
*Key
POV End*
--
--5 tahun
kemudian--
Seoul,
2012 (Ji Young : 16 thn, Key : 17 thn)
*Ji
Young POV*
“EOMMAAAAA” teriakku sambil mencari kalungku di kamar
mandi.
“NEEE, MWORAGO JI YOUNG-AH?!” teriak eommaku
“DIMANA KALUNGKU?? KEMARIN AKU MENARUHNYA DI KACA KAMAR
MANDI! KENAPA SEKARANG TIDAK ADA?” teriakku lagi
“NUNA! KAU INI BISA DIAM TIDAK? ORANG SEDANG SARAPAN
KAU BERTERIAK-TERIAK!” kesal Taemin.
“DIAM KAU LEE TAEMIN!” teriakku. “aish.. kemana kalung
itu! Jangan sampai hilang!” gumamku sambil terus mencari.
“KALUNGMU DI ATAS MESIN CUCI JI YOUNG! KEMARIN AKU
MENEMUKANNYA DI SAKU BAJUMU BUKAN DI KACA KAMAR MANDI!” jawab eommaku sambil
berteriak.
“ah, ya aku lupa” ucapku sambil berlari keluar kamar
mandi lalu, aku langsung mencari mesin cuci. Dan akhirnya..
-TBC-
mian jelek, gaje, atau apapun itu. masih amatir hehe... mohon tinggalkan jejak kaki anda(?) *eh ._.
butuh komen biar lebih bagus lagi :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar